Sorot

Pasar Malam UMKM Ditolak, Penasehat Hukum Ungkap ‘Pemerasan’

138
×

Pasar Malam UMKM Ditolak, Penasehat Hukum Ungkap ‘Pemerasan’

Sebarkan artikel ini
Pasar Malam UMKM Ditolak, Penasehat Hukum Ungkap ‘Pemerasan’
Pasar Malam UMKM Ditolak, Penasehat Hukum Ungkap ‘Pemerasan’

Newszonamerah.id– Rencana pelaksanaan kegiatan Pasar Malam UMKM Bonto Cinde di Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, ditolak oleh seorang yang berinisial ADS pada Jumat (19/7/2024).

Di balik penolakan ini, terungkap adanya dugaan unsur pemerasan yang melibatkan beberapa pihak, yang kemudian disaksikan masyarakat dan direkam lewat video amatir warga.

POSBAKUM PRANAJA
banner 325x300

Muh Ilham Syam, SH, selaku Penasehat Hukum dari pelaksana kegiatan pasar malam, Abdul Rahim, mengungkapkan kejadian ini.

Menurut Ilham, awalnya terjadi pertemuan di malam hari di lokasi kegiatan yang dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat.

Pada pertemuan tersebut, ADS meminta kontribusi dari pelaksana kegiatan untuk masjid.

“Klien kami siap berkontribusi senilai Rp10 juta, tetapi tidak disetujui oleh ADS. Mengingat ada empat masjid di sekitar wilayah tersebut, klien kami menaikkan nilai kontribusi menjadi Rp20 juta, menyediakan 10 lapak gratis untuk warga sekitar, dan pengelolaan parkiran diberikan penuh kepada warga. Namun, ADS tetap tidak setuju,” tutur Ilham.

Ternyata, di balik penolakan tersebut, ada dugaan unsur pemerasan. Salah satu rekan ADS, yang berinisial At, menyebutkan nilai kontribusi sebesar Rp100 juta, dan disetujui oleh ADS.

“Rekan ADS, yang disaksikan banyak orang, menyebutkan nilai kontribusi sebesar Rp100 juta dan disetujui oleh ADS. Tentu saja, klien kami menolak, mengingat kontribusi tersebut hampir setara dengan biaya wahana yang akan diselenggarakan. Kami menduga kuat adanya unsur pemerasan di sini,” tambah Ilham.

Dengan bukti-bukti yang ada serta beberapa saksi, Ilham menyatakan akan melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian.

“Kami akan melaporkan secara pidana karena dugaan kuat adanya unsur pemerasan di balik penolakan ini,” tegas Ilham.

Editor : Darwis