Sorot

Buka Aib Mafia, Wartawan Disiksa! Kapolri Ditantang Tegas, Berani?

60
×

Buka Aib Mafia, Wartawan Disiksa! Kapolri Ditantang Tegas, Berani?

Sebarkan artikel ini
Buka Aib Mafia, Wartawan Disiksa! Kapolri Ditantang Tegas, Berani?
Buka Aib Mafia, Wartawan Disiksa! Kapolri Ditantang Tegas, Berani?

newszonamerah.id – Kasus persekusi terhadap empat wartawan di Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, menguak realitas mengerikan: mafia BBM subsidi dan tambang emas ilegal beroperasi bak “pemerintah bayangan” yang kebal hukum.

Wartawan Disiksa, Dirampok, Nyaris Dibakar Hidup-Hidup

POSBAKUM PRANAJA
banner 325x300

Empat wartawan—Suryani (Nusantararaya.com), Jenni (Siagakupas.com), Safrizal (Detakfakta.com), dan Hendra Gunawan (Mitrariau.com) mengalami penyiksaan brutal saat melakukan investigasi terhadap jaringan mafia yang diduga melibatkan pejabat lokal.

Alih-alih mendapatkan informasi, mereka justru disergap, dianiaya, dan dirampas barang-barangnya.

Jenni, satu-satunya wartawan perempuan, nyaris menjadi korban kekerasan seksual.

Sementara itu, para pelaku menuntut uang tebusan Rp20 juta, dengan ancaman akan membakar para korban hidup-hidup menggunakan 30 liter bensin atau mendorong mereka ke jurang tambang agar kematian mereka terlihat seperti kecelakaan.

Mafia Tantang Hukum, Aparat Diam?

Dalam rekaman kesaksian para korban, seorang yang diduga sebagai Wali Jorong Koto Tanjung Lolo dengan lantang mengancam,

“Silakan lapor kemanapun, tidak ada yang akan peduli! Coba saja viralkan ini, saya akan habisi kalian semua!”

Pernyataan ini memunculkan pertanyaan besar: di mana aparat penegak hukum? Jika mafia bisa bertindak sebebas ini, apakah hukum benar-benar lumpuh?

PPWI Desak Polisi Tangkap Pelaku

Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mengecam keras kejadian ini.

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menyatakan bahwa persekusi terhadap wartawan adalah ancaman nyata terhadap kebebasan pers.

“Ini bukan sekadar tindak kriminal, ini teror terhadap kebebasan pers dan demokrasi! Jika dibiarkan, wartawan di daerah lain akan mengalami nasib yang sama,” tegas Lalengke.

PPWI mendesak Kapolri dan jajaran kepolisian Sumatera Barat untuk segera menangkap pelaku, termasuk oknum pejabat yang diduga terlibat.

Selain itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga diminta untuk memberikan perlindungan bagi para wartawan yang menjadi korban.

Negara Harus Bertindak!

Kasus ini menjadi ujian bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Akankah mereka menindak tegas mafia yang semakin beringas, atau justru tunduk pada kekuatan uang dan kekerasan?

Sementara itu, para wartawan di Indonesia kini menghadapi ancaman nyata: berani membongkar kejahatan, berarti siap menghadapi teror dan kekerasan.

Editor : Darwis
Follow Berita newszonamerah.id di news.google.com